Penulis || Editor : Muh. Sudirman Al Bukhari
Keterangan Foto : OTK (Orang Tak Dikenal) yang sempat Gegerkan Warga Simbuang
Dan memang benar. Seperti yang dialami seorang warga Tambayako Kelurahan Simboro Kecamatan Simboro, Hj. Nurlaela.
"Sekitar pukul 04.00 Wita, ada orang tidak dikenal melihat-lihat keadaan di depan lorong. Mulai rumah tetangga, sampai suasana sekitar. Waktu itu gerimis dan OTK duduk di meja yang ada di garasi. Tidak lama, dia menghampiri suami saya, Herman, dan temannya, Mulyadi, yang sedang duduk di teras," tutur Hj. Nurlela. Sabtu (25/03/2017).
Saat ditanya, lanjutnya, OTK menjawab numpang berteduh dan berasal dari Makassar. Pertanyaan selanjutnya tidak dijawab, malah pria berbadan tegap ini terkesan memaksakan diri menangis. Sangat kontras dengan badannya yang bertato dan ada bekas luka sobekan kecil-kecil di lengan sebelah kirinya.
"Melihat gelagat yang tidak baik, Herman dan Mulyadi langsung membawa OTK ke pak RT untuk melapor. Disini diketahui, OTK itu tidak memiliki KTP," katanya.
Dari rumah RT Tambayako, Burhan, orang tersebut kemudian pergi. Melihat keadaan normal, Herman dan Mulyadi berangkat untuk olahraga futsal.
Namun selang beberapa saat OTK itu kembali lagi ke rumah Hj. Nurlaela. OTK menyimpan tas ranselnya di kursi teras dan berjalan menuju arah rumah pak RT.
Melihat gelagat kurang baik, Nurlela menghubungi Herman dan Mulyadi Via Telepon Seluler. Setiba di rumah, Herman dan Mulyadi langsung mengejar OTK itu.
Tepat di depan rumah RT, Mulyadi memanggil dan mengembalikan ransel. Ada perubahan mimik pada OTK itu, tatapannya sangat tajam.
Suami saya (Herman,Red) bertanya Bapak mau kemana dan OTK menjawab mau ke makassar pulang.
"Suami saya Herman dan temannya yang bekerja di Harian Radar Sulbar pun mengantarnya ke terminal. Setelah itu kembali ke lapangan futsal," kata Nurlaela.
Tapi sekitar pukul 18.00 Wita, orang itu datang lagi. Tapi tanpa bawa tas dan telah berganti baju. Awalnya dia memakai baju Koko, saat ketiga kalinya datang sudah mengenakan kaos santai.
"Dia teriak-teriak 'om-om buka kan pintu', begitu. Saya dengarnya lirih karena saat itu hujan lebat. Sempat melihat keluar dari jendela, tidak ada orang. Namun firasat saya mengatakan, orang itu datang lagi. Saya panik, apalagi ada bayi di rumah dan saya kembali menelpon suami," ungkapnya.
Nurlaela pun sempat menelpon Babinkamtibmas Kecamatan Simboro, Bripda Hasanuddin. Beberapa tetangga pun berdatangan ke rumah Nurlaela yang mendapati OTK itu tidur di depan pintu rumah.
Tidak lama kemudian, Herman dan Mulyadi datang. Tiba-tiba OTK itu kembali memaksakan diri menangis.
"Alasan dia kembali adalah karena hati. Wah, ini sudah tidak benar. Beruntung pak Babinkamtibmas datang. Setelah diinterogasi, dia pun dibawa ke Polres Mamuju," katanya.
Setiba di Polres, OTK itu barulah mengaku bernama Anto. Dia pun mengaku tidak punya tujuan pasti datang ke Sulbar.
Nurlela berharap, adanya keseriusan aparat kepolisian dalam melakukan pengontrolan di beberapa titik tempat yang dianggap rawan seperti Jalan Martadinata hingga Jalan Pattana Endeng Rangas. (*)

Komentar
Posting Komentar